Monday, December 10, 2007

HUT DWP Ke-8:"Meninjau Kebun Olive"

HUT DWP ke-8 pada tanggal 7 Desember 2007, seperti biasa oleh DWP KBRI Roma diperingati dengan upacara dan kegiatan Meninjau Kebun Olive. Upacara diikuti oleh Pengurus dan Anggota DWP KBRI Roma dengan tidak lupa menyanyikan Hymne dan Mars DWP. Karena tahun ini tema HUT DWP adalah "Meningkatkan Kepedulian terhadap Lingkungan", maka DWP KBRI Roma merencanakan untuk meninjau salah satu kebun olive walaupun sudah lewat masa panen.
Kali DWP KBRI Roma berkesempatan untuk meninjau kebun olive milik salah satu masyarakat Indonesia yang tinggal di Italy, yaitu Signora Santi Pace. Beliau dengan murah hati bersedia menjelaskan proses pembuatan Minyak Olive dari mulai waktu siap panen, saat memanen, sampai dihasilkannya minyak olive yang berkualitas selain juga penjelasan jenis-jenis minyak olive yang berkualitas. Penjelasan beliau sangat bermanfaat bagi Ibu-ibu DWP KBRI Roma karena selama ini kita hanya menggunakan saja jenis minyak ini tanpa mengetahui baik proses pembuatan maupun kriteria minyak olive yang berkualitas baik.
Pengalaman berkunjung ke Kebun Olive kali bukan hanya memberikan tambahan ilmu bagi Ibu-ibu DWP KBRI Roma tapi juga mendapatkan oleh-oleh Buah Kiwi dan Jeruk Clementin yang sedang panen dari Signora Santi Pace.

Sunday, December 2, 2007

Everyone in This Place Said That Your Food is The Best, so I Come Here to Get It"

Akhirnya hari itu datang, 23 November 2007, Traditional UNWG International Bazaar di St. Stephen`s School. Dengan arahan Penasihat dan Ketua DWP, Ibu Duta Besar dan Ibu Runi Purnomo, plus PO yang ditunjuk untuk menghadapi event ini, Ny. Farida Erizal, dan kerjasama yang baik dari Para Anggota DWP KBRI Roma akhirnya kami siap mengikuti bazaar yang telah ditunggu-tunggu. Kira-kira seminggu persiapan untuk mengikuti event ini, mulai dari menghadiri rapat-rapat di IFAD dan FAO, belanja kebutuhan plastik, tisu, bahan makanan, mempersiapkan dagangan, mendekor meja, dan membuat papan menu. Sebenarnya bazaar ini sudah rutin kita ikuti, tujuannya adalah untuk mendapatkan dana baik dari hasil penjualan rufle ticket maupun dari keuntungan bazaar ini yang selanjutnya akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan terutama wanita dan anak-anak melalui proposal yang masuk ke UNWG dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Hari itu sedari pagi semua unsur DWP KBRI Roma mengerahkan semua tenaga, ada yang kebagian masak Mie Goreng, Nasi Goreng dan Bihun Goreng serta goreng Lumpia karena memang kita ingin menyajikan makanan fres, ada yang langsung ke tempat bazaar untuk mempersiapkan meja dan ada yang membawa makanan yang siap dijual. Baru saja makanan dipersiapkan di meja pembeli sudah berdatangan ditambah lagi saat makan siang....oh my god...agak kewalahan juga DWP menghadapi begitu banyaknya penggemar makanan Indonesia.
Rata-rata mereka sudah mengenal makanan kita dan memanfaatkan kesempatan bazaar ini untuk bernostalgia karena memang di Roma tidak ada restoran Indonesia yang orisinil. Kali ini DWP menampilkan : Sate, Nasi Goreng, Mie Goreng, Bihun Goreng, Lumpia, Lumpia Vegetarian, Dadar Gulung, dan Kerupuk. Lumpia goreng sangat disukai sehingga pertama habis, Mie Goreng kedua, disusul Bihun Goreng yang sebenernya baru diperkenalkan. Walupun kali ini DWP KBRI Roma kebagian tempat agak ke belakang namun pembeli ramai berdatangan, kasir yang telah dipersiapkan di dua sudut mengaku kewalahan menghadapi pembeli yang berlapis-lapis.
Karena sibuk ngelayani kita ga mungkin melihat stand tetangga, dan kita juga ga bisa membandingkan dengan stand peserta lain, tapi jadi bangga juga mendengar seorang pelanggan
(gambar disamping) yang setelah agak sore datang dan berkata : "Everyone in this place said that your food is the best, so I come here to get it".......he3x malah ada pelanggan yang dateng lagi tapi ga beli, dia hanya dateng khusus untuk memuji makanan kita....sudah kenyang kali ye??? terakhir datang juga seorang pelanggan dari Srilanka yang memuji makanan Indonesia tapi ga jelas mo beli pa enggak....jadi Sir.....how many sate will you take? ....he3x, untung Bagian Penjualan sudah dibekali ilmu ngeyel oleh Bu PO. Hikmah terbesar dari event ini bagi DWP KBRI Roma adalah ternyata melalui makanan has Indonesia kita bukan hanya bisa mengenalkan Negara dan Bangsa Indonesia tetapi memberikan kenangan spesial yang sulit dilupakan, digambarkan dan ditiru, apa sih? renyahnya tiap gigitan Lumpia, gurihnya Mie Goreng, Nasi Goreng dan Bihun Goreng, harum pandan Dadar Gulung, gurihnya Kerupuk Udang, dan manis gurihnya Sate............!!! Girls.....!!! Keep on Solid and Never tired to Do and Gift The best!!!

(Ny. Runi Purnomo, Ny. Farida Erizal, Ny. Sita Sugiyanto, Ny. Renny Harkomoyo, Ibu Djaffar, Ny. Grace Kandau)

Thursday, November 29, 2007

Perpisahan 2 Home Staf

Kembali kali ini Keluarga besar KBRI Roma harus menghantarkan kepulangan homestaf yang telah menyelesaikan tugas di KBRI Roma. Acara perpisahan kali ini diselenggarakan untuk melepas dua keluarga homestaf, yaitu Keluarga Bapak Artanto Salmoen Wargadinata, Minister Counsellor yang menangani Bidang Politik dan Pensosbud, dan Keluarga Bapak Amri Tahar, BPKRT. Karena saat ini Roma sedang memasuki musim dingin, maka kali ini acara laksanakan di dalam ruangan dengan dihadiri Bapak dan Ibu Duta Besar Roma, Bapak & Ibu Duta Besar Vatican, Keluarga Homestaf, para lokal staf dan para undangan. Setelah dibuka sebentar, acara dilanjutkan dengan makan malam dulu dengan menu ayam panggang, bihun goreng, oseng kambing cabe ijo, oseng ayam cabe ijo, sambel mercon dan kerupuk berisik. Acara dikemas dalam bentuk talkshow dengan para bintang tamu adalah dua keluarga yang akan pulang ke tanah air, dengan dipandu dua MC amatir nan centil pertanyaan diajukan dari mulai makanan Italy favorit, tempat gaul favorit di Italy, pengalaman berkesan sampe yang konyol dan terakhir kesan dan pesan selama bertugas di Italy.
Perpisahan homestaf kali ini selain dimeriahkan dengan penampilan salah satu diplomat magang yang mengaku aktris dari Jakarta, empat sekawan selamanya juga gayung bersambut berupa pantun-pantun yang disampaikan oleh mahasiswa dari Universitas Napoli L`orientale yang sudah pernah tinggal di Indonesia dan mahir berbahasa Indonesia,
setelah tinggal beberapa waktu di Indonesia mereka jadi mencintai Indonesia bahkan beberapa mahir berbahasa Jawa.Dalam masa tinggal di Indonesia mereka banyak berhubungan dan merasa terbantu oleh Bapak Artanto sehingga tak lupa pula mereka memberikan sebentuk kenang-kenangan kepada Bapak Artanto Salmoen Wargadinata.

Wednesday, November 21, 2007

Pak Dubes : "Oleh-oleh berharga dari 2 Menteri"

Pada tanggal 19 November Bapak & Ibu Duta Besar mengadakan makan malam bersama dengan tamu dari tanah air, yaitu Bapak Menteri Pertanian yaitu Bapak Anton Apriantono serta Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan beserta Ibu, yaitu Bapak & Ibu Freddy Numberi. Bapak & Ibu Freddy Numberi sudah sangat familiar dengan suasana di KBRI karena beliau merupakan Duta Besar RI untuk Roma periode yang lalu. Mungkin inilah bukti melempar koin di Fontana diTrevi? Sudah menjadi kebiasaan orang kita untuk selalu membawa oleh-oleh bagi para saudara. Setelah dibuka ternyata Bapak Menteri Pertanian memberikan "4,8% kenaikan produksi beras dalam negeri dan ternyata dengan pertanian kita mampu lepas dari keterpurukan ekonomi" sedangkan oleh-oleh dari Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan adalah "Indonesia memiliki sumber CO2 dari dalam laut dan usaha untuk membuat Ocean Policy untuk melindungi sumber-sumber daya di lautan Indonesia". Suatu oleh-oleh yang immaterial namun sangat membanggakan, tentu saja merupakan hasil kerja keras Bapak-bapak ini. Tidak berlama-lama, setelah Bapak-bapak Menteri memberikan oleh-oleh maka Bapak Duta Besar beserta Ibu langsung mengajak untuk mencicipi ayam kodok roma, gado-gado roma, ikan tuna, dll. Event ini merupakan suatu kesempatan baik bagi siapa saja termasuk Ibu-ibu DWP KBRI Roma karena dalam satu waktu bisa bertemu dan berjabat tangan dengan dua Menteri dan mendapatkan oleh-oleh berharga. Terima kasih Bapak-bapak Menteri atas oleh-olehnya dan terima kasih pula Bapak & Ibu Duta Besar atas kesempatan yang diberikan untuk ikut hadir di acara makan malam spesial ini. (foto-foto acara ini lengkapnya segera ada di Jendela Album Foto)

Kunjungan:"Tips Hebat Ibu Daruni"

Sudah merupakan kebiasaan DWP KBRI Roma untuk selalu mengunjungi rumah setiap pendatang baru, kali ini kunjungan diarahkan ke rumah Ibu Ketua DWP baru, Ibu Susi Daruni Purnomo. Sebenernya agak lama juga DWP baru punya kesempatan mengunjungi kediaman Ibu Daruni Purnomo berhubung ketika tiba di Italy karena sesuatu hal Ibu Daruni Purnomo harus melakukan operasi mata, selain itu juga karena kesibukan DWP. Rumah Ibu Daruni berlokasi di Kameluca, mungkin seperti bogor. Hari itu Ibu Duta Besar turut juga mengunjungi rumah Ibu Daruni, untuk menambah koleksi tanaman di rumah Ibu Runi beliau membawakan satu pot kembang anggrek sedangkan Ibu-ibu DWP membawakan sekeranjang macem-macem bumbu dan makanan yang sulit didapat di Italy, biasanya dibeli di toko Castroni. Luar biasa memang Ibu Ketua baru kita ini, walaupun tidak membawa pembantu tapi masih sempat membuatkan hidangan makan siang dengan menu yang beragam pula, ibu-ibu yang dateng semua terheran-heran dengan menu yang sangat beragam padahal sebelumnya beliau pasrah nyediaiin levissima saja....tetapi ternyata dari mulai rendang, ayam goreng, mie goreng, salad, puding buah, soto betawi lengkap ikan pasmol, rawon......weleh-weleh bu kapan bikinnya nih? Apa tipsnya nih bisa jagoan begini? Ternyata beliau sudah mempersiapkan berbagai bumbu instan bekal dari Indonesia.....Ooooooo ....tinggal cemplung-cemplung dong, patut ditiru nih resepnya!!!