Monday, June 29, 2009

Barbeque Style Untuk Pak Kis

Ada yang datang, ada yang pergi. Fenomena ini sudah menjadi bagian dari kehidupan KBRI, dimanapun itu. Kali ini, waktunya Pak Kiswantoro-yang biasa kita panggil Pak Kis-untuk meninggalkan KBRI dan kota Roma karena masa tugasnya yang telah berahir setelah 3 tahun. Namun yang unik, perpisahan Pak Kis kali ini lain dari yang lain. Jika biasanya mengambil tempat di dalam ruangan wisma atau di pelataran parkir KBRI dengan acara yang semi-formal, kali ini tempatnya berada cukup jauh di luar kota Roma yaitu Lago di Vico, sebuah danau di kawasan Viterbo, sekitar 60km dari Roma. Konsep acara tanggal 21 Juni itupun sangat santai, dengan makanan hasil bakar-bakaran alias barbeque.


Sebagian besar berangkat dengan sebuah tour-bus dari Roma. Meskipun cuaca hari itu kurang mendukung, dengan hujan yang cukup deras dan hawa yang dingin, kita semua tetap bersemangat untuk hadir di sana. Acara dibuka oleh sambutan Pak Dubes, kemudian dilanjutkan Pak Kis dan Pak Tatang. Perpisahan kali ini juga sekaligus untuk Pak Tatang yang juga akan kembali ke tanah air tanggal 24 Juli mendatang. Setelah menyerahkan kenang-kenangan dari KBRI Roma, acara langsung dilanjutkan dengan menyantap ayam bakar, sosis bakar dan berbagai sate lengkap dengan sayur asem sampai rujak buah.

Selain sibuk menunggu berbagai jenis makanan selesai dibakar, sekaligus menghangatkan badan di dekat panggangan, anak-anak pun menembus dinginnya danau dengan berenang di pinggiran. Hanya saja tidak lama kemudian hujanpun turun dan rencana acara yang akan berakhir jam 5 sore mau tidak mau harus diakhiri sekitar pukul 2.


Ditengah kesederhanaan, kita semua mengucapkan selamat jalan pada Pak Kis dan keluarga. Semoga sukses di tanah air dan selalu menjadikan KBRI Roma sebagai sebuah kenangan manis. Pada tanggal 28 Juni yang lalu, Pak Kis dan keluarga bertolak dari Fiumicino menuju Jakarta dengan pesawat Singapore Airlines. Addio Amici, Arrivederci!

Semarak Bazaar Indonesiano 2009


Setelah satu tahun vakum mengadakan bazaar, tahun ini KBRI Roma kembali menggelar satu event besar tahunan bertajuk Bazaar Indonesiano 2009. Acara ini termasuk sangat ditunggu-tunggu karena banyak masyarakat Italia yang ternyata punya minat besar terhadap produk Indonesia terutama makanan khas. Mengambil tempat di pelataran parkir KBRI, bazaar kali ini diikiuti oleh kurang lebih 20 stand yang menjual beragam jenis makanan dan pakaian tradisional Indonesia, termasuk stand produk pertanian Indonesia oleh atase pertanian KBRI Roma dan stand edukasi pembuatan dan pengolahan tempe oleh Dharma Wanita Persatuan KBRI Roma.

Pukul 11.00 waktu setempat, acara dibuka oleh MC yaitu Bpk. Danny Rahdiansyah dan Ibu Anantika Lucentini, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dubes KBRI Roma yang sekaligus secara simbolis membuka acara dengan memukul gong. Sayangnya bapak Dubes hanya bisa membuka acara tanpa mengikuti rangkaiannya karena harus menerima surat kepercayaan (credential) dari pemerintah Cyprus. Setelah resmi dibuka, para pengunjung yang berdatangan dari Via Piemonte 127a mulai sibuk menyerbu coupon-desk yang disebar di setiap sudut pelataran, dengan harga kupon mulai €1, €5, €10. Tidak ketinggalan juga tersedia ravel tiket untuk doorprize yang dijual hanya seharga €2, dengan hadiah utama Tiket PP Roma-Jakarta-Roma dari Kuwait Airlines, TV LCD 26 inch, Hi-Fi Sharp, Kamera digital Nikon, HP Nokia 7210 dan Nokia 5000 serta puluhan hadiah hiburan lainnya.

Dari awal semua orang sudah dibuat penasaran oleh para bule Italia yang sudah duduk rapi siap di depan gamelan dengan menggunakan kostum gonjreng berwarna electric-blue. Bule bisa main gamelan??? Ternyata jago mainnya, bagaimana tidak? Mereka berlatih 2 kali seminggu di bawah asuhan Bapak Widodo dari KBRI Vatikan. Padahal latar belakang mereka yang para dosen dan mahasiswa Universitas Sapienza bukanlah orang-orang yang berlebih waktu, melainkan orang sibuk, namun kecintaan mereka terhadap kesenian gamelan mampu membuat mereka terus berlatih. Membawakan beberapa gending tradisional jawa, iringan gamelan ini membuka acara hiburan pada bazaar ini.


Sembari menikmati jajanan tradisional seperti lumpia, lemper, ketan juruh, risoles, onde-onde dan kue lapis, para pengunjung dihibur dengan tarian Kebyar Duduk, tari tradisional Bali yang dibawakan oleh Sdri. Septia Ningrum dari Restoran Borobudur Genova. Sebuah tari yang cukup tinggi tingkat kesulitannya karena banyak menggunakan gerakan duduk. Umumnya penarinya adalah pria karena gerakannya membutuhkan stamina yang bagus. Setelah dihibur tarian, kali ini giliran adik-adik kita yang tampil dengan busana santai tradisional, dengan nuansa batik, barisan peragawan-peragawati cilik ini berlenggak-lenggok sepanjang karpet merah tentunya dengan diiringi applaus yang meriah dari pengunjung.

Selain jajanan tradisional, stand makanan juga diramaikan oleh makanan utama khas Indonesia seperti sate ayam dan lontong, empek-empek Palembang, bakso komplit, soto mie, siomay, nasi goreng, mie goreng,gado-gado dan sate Padang. Pojok stand makanan tidak pernah sepi pengunjung, bahkan hampir tidak bisa lewat karena banyaknya pengunjung. Siang itu acara juga diramaikan dengan kunjungan siswi sekolah Regina Elena yang berlokasi dekat KBRI Roma, dari siswi TK sampai SMP, dan mereka tampak menikmati sekali suguhan tarian tradisional.

Acara hiburan ketiga adalah tari Punjari yang dibawakan oleh Ny. Seira Rahdiansyah. Tarian ini berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur yang dari music, gerakan dan pakaiannya mencerminkan campuran budaya Jawa, Madura dan Bali. Selanjutnya kembali Sdri. Septia Ningrum membawakan sebuah tarian Betawi berjudul Topeng Betawi. Kostumnya sangat menarik karena menggunakan topeng dan baju yang berwarna-warni. Dari Betawi kita bergeser ke barat, ada tari Saman dari Aceh yang dibawakan oleh muda-mudi KBRI Roma. Tarian yang dibawakan sambil duduk ini memiliki kesulitan pada koordinasi dan kekompakan dari penarinya yang berjumlah ganjil (11 orang).
Para pemain gamelan tadi juga membawakan satu buah tarian Rampak Kendang. Masih menggunakan beberapa jenis alat kendang, mereka berganti kostum dan naik ke atas panggung dengan gerakan-gerakan seperti pantomime main gamelan. Uniknya, disela-sela tarian tadi salah seorang pemain berlari mengambil senampan penuh cornetto yang dibagi-bagikan kepada siswi TK yang sibuk menonton di mulut panggung, dan hebohlah pemandangan berebut cornetto……

Disela-sela acara hiburan, dilakukan penarikan hadiah secara bertahap. Puluhan hadiah sudah dimenangkan, namun yang paling beruntung hari itu adalah Singor Augusto yang memenangkan hadiah utama yaitu Tiket PP Jkt-Roma-Jkt, selamat jalan-jalan ke Indonesia ya!!!. Meskipun acara sudah ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat, ternyata masih ada banyak orang yang berdatangan untuk mencari kerajinan dan makanan khas Indonesia. Sampai jumpa di bazaar Indonesia tahun depan!.

Malam Perkenalan Duta Besar KBRI Roma


Setelah kurang lebih 5 bulan tanpa kehadiran Bapak dan Ibu Duta Besar (Dubes), pada bulan April 2009 lalu akhirnya KBRI Roma kembali kedatangan Dubes yang baru. Beliau adalah Bapak M. Oemar dan Ibu Dewi Oemar. Bedanya dubes baru kita tidak datang dari Jakarta namun langsung pindah dari KBRI Beijing ke KBRI Roma. Jadilah malam perkenalan diwarnai dengan suasana Cina dan Italia.

Acara dipandu oleh Bpk. Hartyo Harkomoyo dan Mbak Ika. Keduanya membuka acara dengan mempersilahkan sambutan dari Bapak Yuwono A. Putranto sebagai DCM KBRI Roma. Baru kemudian disambung dengan perkenalan Bapak Dubes dan keluarganya. Rupanya bapak dubes kita kali ini hanya membawa satu keluarga kecil, beliau hanya memiliki satu orang putra yang bernama Andyan Nandiwardhana, yang sekarang sudah resmi berstatus siswa Rome International School. Bapak Oemar sendiri berasal dari Semarang, Jawa Tengah, sementara Ibu Dewi berasal dari Malang, Jawa Timur. Keduanya bertemu ketika sedang menempuh pendidikan di Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Sebelum ditugaskan di Roma, Bapak dan Ibu Oemar pernah menjalani tugas di Brussel, Belgia, kemudian Jenewa, Swiss dan terakhir di Beijing, Cina. Diusia yang relatif muda, beliau sudah berhasil menjadi seorang Duta Besar. Dari mata masyarakatpun, mereka memiliki banyak harapan positif terhadap kepemimpinan seorang Duta Besar yang memiliki latar belakang pendidikan dan cara pandang yang modern.



Setelah perkenalan dari Bapak Dubes dan keluarga, acara dilanjutkan dengan hiburan dari adik-adik kecil kita yang berbakat. Lengkap berpakaian putih dengan dasi merah, mereka menyanyikan 3 lagu, dua diantaranya dalam bahasa Indonesia dan satu lagi dengan bahasa Italia,karena kebanyakan mereka adalah siswi sekolah Italia. Bapak Dubespun sangat terkesan dengan persembahan selamat datang dari generasi muda Indonesia tersebut.


Tidak disangka, 2 MC kita malam itu ternyata kembali ke panggung dengan kostum yang berbeda, Pak Yoyok dengan kostum gladiator (yang rumor has it- disewa seharga €70) persis seperti di Colosseo dan Mbak Ika yang tampil dengan baju Cina, hanya saja ternyata mbak Ika tidak cukup percaya diri dengan menyebut dirinya cino ireng (alias cina yang berkulit hitam). Dilanjutkan dengan acara hiburan dengan iringan band KBRI Roma. Semua ikut menyumbangkan suaranya, baik yang merdu sampai yang benar-benar sumbang hehehe. Mulai dari staf KBRI, remaja, anak-anak, romo, masyarakat sampai pemain band nya pun kali ini ikut meramaikan acara. Bahkan tidak mau kalah, bapak Dubes pun akhirnya mau menyumbangkan suaranya, merdu lho…….




Seperti biasa, acara ditutup dengan alunan suara merdu dari pedangdut andalan KBRI Roma, Mbak Elly. Dan akhirnya kami ucapkan selamat datang pada Bapak M.Oemar beserta keluarga, selamat bertugas dan semoga betah tinggal di Roma.

Thursday, March 26, 2009

UNWG Charity Event at IFAD




Pada tanggal 18 Maret 2009 yang lalu, Asia Pacific dan Africa Group dari United Nations Women’s Guild (UNWG) kembali menggelar bazaar makanan untuk tujuan amal (charity). Acara yang diketuai oleh Vice President for Charity and Fund Raising, Winy Amato ini memilih tempat Executive Dining Room di International Fund for Agricultural Developement (IFAD), berlokasi di Via Paolo di Dono 44, Roma. Jika dibandingkan dengan FAO, dimana sekretariat UNWG bertempat, lokasi ini cukup jauh. Namun tidak mengurangi semangat panitia maupun pengisi stand bazaar untuk membuat makanan dan menyiapkan tempat di lokasi acara.

Target utama dari bazaar amal ini memang para staf di IFAD, mengingat mereka juga merupakan salah satu badan PBB, dan juga banyak istri para staf IFAD yang menjadi anggota UNWG. Tiket bazaar dijual dengan harga €15 dan panitia menyediakan tiket sebanyak 250 lembar. Semua tiket sold-out alias laris. Mekanisme bazaar ini adalah para pemilik tiket berhak untuk mendapatkan satu piring makan dan boleh mengambil semua jenis makanan yang tersedia, bahkan jika ingin kembali untuk kedua atau ketiga kalinya hal itu diperbolehkan, hanya saja tetap dengan satu piring.


Ada beberapa stand yang berpartisipasi dalam bazaar kali ini, antara lain meja pertama diisi oleh makanan dari Indonesia. Mie Goreng, Soun Goreng, Lumpia lengkap dengan sausnya, kemudian ada Nasi Putih dan Udang Jamur saus Krim ala Chinese-Fiji, sumbangan dari President UNWG Janet Chang, serta ada frittata kentang ala Spanyol sumbangan dari salah satu anggota UNWG Cathy.


Sementara meja kedua diisi oleh makanan khas Bangladesh. Tersedia Nasi Goreng ala Bangladesh, Chicken Curry dan Mixed Vegetable. Meja ketiga berisi makanan khas Jepang, bisa kita temukan Norimaki lengkap dengan salsa di soya dan wasabi, serta salad Jepang. Meja keempat dari Thailand, berisi salad Thai, kemudian meja makanan terakhir adalah masakan ala Afrika. Sementara itu diseberang kita adalah meja dessert. Tersedia berbagai jenis dolci dimana setiap piring berhak mendapat dua macam kue yang bisa dipilih sendiri oleh pembeli.

Saat jam makan siang, para tamu yang sudah memegang tiket mulai berdatangan, bahkan beberapa tamu deretan terakhir ada yang tidak mendapatkan beberapa jenis makanan karena telah habis. Namun suasana cukup terlihat ramai dan para pembeli juga sangat puas dengan makanan dan kue yang sudah disediakan panitia.

Setelah para pemilik tiket selesai santap siang, sisa makananpun mulai diserbu oleh peserta bazaar dengan harga nego, yang terlihat paling laris adalah Norimaki dan salad Thai, sementara itu panitia juga ikut menyerbu meja dolci, dengan membeli satu piring dolci dengan berbagai jenis.

Sampai jumpa di acara amal UNWG berikutnya.

Friday, December 19, 2008

SOLD OUT!!! Lariss Manisss....


St. Stephen’s School, 28 November 2008, pagi itu Roma di bawah siraman gerimis namun tidak mengurangi semangat DWP Roma untuk bergabung di acara tahunan UNWG International Bazaar. Sedari pagi kesibukan menjadi pemandangan depan salah satu sekolah Internasional ini, hingga ke bagian dalam kesibukan semakin terasa. Di Beberapa ruang dan koridor sekolah dipenuhi sekitar 30-an stand makanan dan craft dari berbagai negara yang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menggelar dagangannya, ada makanan khas, barang-barang etnis, berbagai jenis anggur (wine) dan juga buku-buku. Bergeser ke ruangan mensa gedung sekolah, dari luar langsung terlihat salah satu stand dengan dekorasi kain batik peta Indonesia, skirting kain Bali nan kinclong ditambah selendang dan syal batik aneka warna yang eye-catching. Beruntung sekali memang tahun ini kami mendapat lokasi yang langsung berhadapan dengan pintu masuk dan untuk performance pada hari “H” sudah kami persiapkan sehari sebelumnya dengan mengirim Tim Dekorasi. Seperti tahun sebelumnya kami hanya menjual makanan sedangkan stan Craft Indonesia yang dikoordinir oleh teman-teman Peserta Pertemuan Bulanan hadir dengan menawarkan baju, selendang dan pernak-pernik dari batik. Kali ini kami hanya menampilkan nasi goreng, mie goreng, bihun goreng dan lumpia. Yang spesial dari menu kali ini adalah kami dibantu oleh Ny. Paula Astrid Unu, peserta dari Indonesia pada Lomba Masak Internasional 'Litorale Flegreo Nel Mondo 2008' di Napoli, Italia pada 21 Oktober 2008, yang berhasil meraih juara satu umum atas kemahirannya dalam membuat nasi goreng spesial bersaing dengan juru masak dari berbagai negara, antara lain dari Amerika Serikat, Brazil, Kanada, China, India, Jepang, Mexico, Maroko, Spanyol, Tunisia, dan Thailand. 'Litorale Flegreo Nel Mondo 2008' adalah lomba masak internasional ke-4 yang diselenggarakan di Napoli, kota pelabuhan internasional Italia, sekitar 200 km selatan kota Roma. Viva Bu Paula...........!!! Ketika waktu mulai menunjukkan jam makan siang, stan kita sudah mulai dipenuhi pengunjung, sampai-sampai empat orang ibu yang bertugas sebagai penjaga stan sudah mulai mengeluarkan jurus ekstra untuk melayani pembeli. Tepat jam 13.15 terjadi keributan yang membuat semua mata di ruangan tertuju kepada kami…..ada apa? Untuk menunjukan rasa bangga kami bersorak gembira ketika piring terakhir kami lepas kepada salah seorang pembeli yang berhasil kami abadikan fotonya, dan kami adalah stan pertama yang berhasil menjual habis dagangan hari itu.
Ada perasaan bangga karena terbukti makanan khas Indonesia tetap dicari dan diminati. Hari itu hadir juga Ibu Duta Besar RI untuk Vatikan, Ibu Ina Soeprapto, Bapak
KUAI, Bapak Yuwono A. Putranto dan Bagian Pensosbud KBRI Roma, Bapak Musurifun, untuk ikut mendukung bukan hanya keinginan mulia para ibu untuk mempromosikan kuliner Indonesia tapi juga dukungan kepada para ibu untuk ikut aktif di kegiatan yang bertujuan kemanusiaan, karena kali ini kami berencana akan menyerahkan semua hasil penjualan untuk disumbangkan kepada anak-anak dan wanita di seluruh dunia yang memerlukan bantuan. Mampir juga Ketua UNWG, Janet Chang, ke stan kami untuk memberi support dan ungkapan terima kasih atas keikutsertaan kami, belanja juga tentunya! Thanx Janet…..!! Sementara stan negara lain masih sibuk menggelar dagangan, kami memanfaatkan waktu untuk mengunjungi stan teman-teman dari negara lain. Ada stan pakaian etnis Pakistan, India serta beberapa negara Afrika, kemudian stan makanan khas dari Jepang, Bangladesh, Kazakhstan, Grup Amerika Latin dan Grup Afrika. Juga stan Panitia Bazaar yang mengkoordinir penjualan barang-barang hasil donasi dari para anggota UNWG, beberapa diantaranya adalah barang branded lho…….,seperti Swarovsky, Valentino dan Vogue. Hasil perburuan kami hari itu: ada yang kenyang dan puas karena ngeborong sushi di stan Jepang, ada yang beruntung mendapatkan tas Francesco Biasia, ada yang beruntung mendapatkan tea set……..dan ada juga yang beruntung mendapatkan satu set perhiasan Calvin Klein………dengan harga miring tentunya!@#$%. Di puncak acara keberuntungan masih belum hendak beranjak dari kami yaitu dengan dimenangkannya satu tiket Vacancy PP ke Tunisia dari Tunis Air oleh salah satu Pengurus DWP KBRI Roma, Ny. Grace Kandou. Yippeeeee…………… selamat ya Bu Grace, buon viaggio…..!!! Seperti janji kami sebelumnya maka seluruh hasil penjualan makanan kami pada hari itu diserahkan sebagai donasi kepada panitia. Semoga bermanfaat. Akhirnya, tidak pernah lupa kami selalu menyempatkan diri untuk mengabadikan setiap event dengan pose bersama sebagai kenangan kerja keras dan keberhasilan kami pada hari itu…….. don’t forget to join us next year….

Wednesday, July 30, 2008

Malam Dana di Kedutaan Belgia

(suasana ketika acara berlangsung, bergaya garden party)
Her Excellency Madame Luciana De Coninck, spouse Duta Besar Belgia untuk Tahta Suci Vatikan, pada Kamis,19 juni 2008 lalu mengadakan acara malam penggalangan dana untuk mendanai program-program sosial yang dilakukan oleh La Mensa Sociale della Comunita di Sant'Egidio in Trastevere a Roma dan La Fondazione Pediatrica di Kimbondo a Kinshasa, in Repubblica Democratica del Congo.
Bergaya garden party dan dengan tiket masuk seharga 50 Euro, acara yang diselenggarakan di wisma Duta Besar Belgia untuk Tahta Suci Vatican ini diisi dengan penampilan kurang lebih 50 stand makanan dari berbagai negara termasuk
(stand Indonesia ramai dikunjungi)
Makanan Indonesia yang dihadirkan oleh KBRI untuk Tahta Suci Vatican. Selain itu, juga dimeriahkan dengan pagelaran musik dari grup Cubasson, Cuba, Jazz by Olivier Bernet dan Tango Argentina oleh Vicky & Leo Amartango. Walaupun tiket agak mahal namun acara yang diselenggarakan di via Giuseppe de Notaris di Roma ini bagi kami mempunyai banyak hal positif..... selain bisa mencicipi makanan dari berbagai negara ditemani alunan musik Jazz juga ikut perduli kemanusiaan, dan yang terpenting dan membanggakan di acara malam itu adalah sate dan mie goreng terlihat menjadi primadona walupun mendapat saingan dari Mie Goreng Korea Selatan yang mejeng pas disebelahnya.

Thursday, June 26, 2008

Selamat Jalan....Selamat Datang....

Bima ga malu-malu joget pas mama & papanya memperkenalkan diri..............para undangan yang hadir dibikin sakit perut melihat penampilannya yang ga malu-malu bergaya macem-macem, Bima adalah putra tunggal pasangan Bapak & Ibu Amir. Mamanya akan bertugas selama beberapa tahun ke depan sebagai BPKRT di KBRI Roma.
Tapi malam itu bukan hanya Bima yang bikin suasana ramai.......juga pasangan Bapak & Ibu Djojo Djuwarsa yang menyanyi lagu "Ke Jakarta Aku Kan kembaliiiiiii..ii....iiii..." , sepertinya penonton ga terima klo dua pasangan ini mengaku akan kembali ke Jakarta....ntah mungkin karena ga siap dengan kepulangan pasangan ini yang dianggap selalu memeriahkan setiap acara di lingkungan keluarga KBRI Roma ato ............mungkin juga karena sebenernya mereka bukan kembali ke Jakarta tapi ke Citayam .....yang selalu disebut dua sejoli ini sebagai Istana Citayam....(silahkan nilai sendiri!!!). Makanya setiap syair jatuh pada kata Jakarta........buru-buru ditimpali Citayam oleh para simpatisan.....he3x kok kayak partai punya simpatisan segala!!! (gimana Bu Djojo jadi ga kita bikin partai???).
Malam Perpisahan dan Perkenalan kali ini juga untuk Keluarga Bapak Sugianto yang segera akan kembali ke Tanah Air karena selesai bertugas di KBRI Roma....dengan ditemani empat putra-putrinya Bapak & Ibu Sugianto ikut menyumbangkan suara emasnya sebagai kenangan terakhir di KBRI Roma. Selanjutnnya Bapak Duta Besar KBRI ROma ikut memberikan sambutan dan ucapan terima kasih dan selamat jalan kepada dua keluarga yang kembali ke Indonesia dan juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Ibu Issi dan keluarga. Acara hiburan suasana diisi dengan penampilan-penampilan para penyanyi brani malu...yang diiringi dengan goyang para bintang panggung malam itu.

Mejeng Bareng Penganten

Ini beberapa "Pagar Betis" ups... "Pagar Ayu" yang rada norak pas acara Pernikahan Dondit & Mamiko, maklum baru kebagian souvenir yang nota bene dibawa dari Jepang langsung oleh Keluarga Mbak Mamiko....ada yang kebagian sumpit, ada yang kebagian piring ada juga origami dan ikan lucu2x. Mungkin karena ingin sambil bulan madu di Roma dan sekitarnya kedua mempelai memutuskan menikah di Roma....benar saja setelah akad selesai kedua mempelai langsung pose ditempat-tempat yang menarik di Roma....termasuk Colloseo yang konon memang tempat yang dianggap lambang keabadian....tidak jarang sering banyak pemandangan pengantin yang berpose di sana.
Besoknya acara dilanjutkan dengan acara resepsi yang diramaikan dengan acara makan bersama dan dansa kedua mempelai. Tapi btw, anggota DWP ada yang ikutan dansa ga ya? ternyata tidak ada tuh....loh kenapa? kita kemaren salah info katanya kita bakalan tampil poco-poco....eh ternyata maksudnya dansa!!! yo wes, meneng ae...kudu ngeles dulu nek ngono....Kepada Mas Dondit & Mbak Mamiko selamat menempuh hidup baru, semoga cepet dapet momongan dan langgeng.

Monday, June 9, 2008

Perpisahan & Perkenalan

Bapak dan Ibu Djafar Husein harus melanjutkan tugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka di Colombo karena itu KBRI Roma pada tanggal 13 Mai 2008 mengadakan malam perpisahan untuk beliau, tetapi malam itu juga sekaligus menjadi malam perkenalan dengan tiga keluarga homestaf yang akan bertugas di KBRI Roma.

Tiga Keluarga yang diperkenalkan malam itu yaitu: Keluarga Bapak Danny Rahdiansyah, Keluarga Bapak Krishna dan Keluarga Bapak June Koncorohadi. Beruntung sekali memang KBRI Roma karena kehilangan satu keluarga tapi bertambah tiga keluarga....KBRI bakalan jadi tambah rame...seramai acara malam itu akan gelak tawa para tamu karena kembali diperdengarkan oleh Pak Djafar walaupun mungkin untuk yang terakhir kalinya lagu "Mulanya Biasa saja". Ntah mengapa lagu ini selalu dinyanyikan oleh Bapak Dubes Sri Lanka ini dalam berbagai kesempatan....walaupun sebenarnya tamu yang hadir rada bosen dengan penampilan dan lagu itu tapi gimana lagi klo yang bisanya cuma itu....untung saja sebelumnya tamu yang hadir sudah dihibur oleh penampilan artis-artis pendatang baru yang bisa dibilang loloslah untuk masuk babak penyisihan Indonesian Idol per propinsi....he3x. Ok....kepada Bapak dan Ibu Djafar beserta Opie semoga selamat sampai tujuan dan segera menyesuaikan dengan suasana di lingkungan baru dan kepada para new comers di Roma....semoga cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan, iklim dan bahasa termasuk dengan Singor Euro.

Wednesday, June 4, 2008

Shalat Ghaib & Tahlilan atas Meninggalnya Ibunda dari Bapak Duta Besar


Kemarin, 3 Juni 2008 telah beristirahat dengan tenang Yth Ibunda dari Bapak Duta Besar LBBP untuk italia, Bapak Susanto Sutoyo. Ibunda dari Bapak Susanto Sutoyo meninggal pada pukul 3 pagi dalam usia 86 tahun. Atas berita duka ini segera seluruh staf KBRI Roma mengungkapkan rasa turut berduka cita kepada Bapak Duta besar, juga beberapa masyarakat Indonesia di Roma yang mendengar berita duka ini. Tidak ketinggalan Kami, DWP KBRI Roma, turut mengungkapkan duka cita kepada Bapak Duta Besar dan Keluarga, semoga Bapak Duta Besar diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Selanjutnya juga Pengajian An Nur malamnya mengadakan shalat ghaib dan tahlilan.

Thursday, April 24, 2008

IWC : " Bisa diulang?"

Sekaligus memperingati Hari Kartini tahun ini, DWP KBRI Roma bersedia menjadi tuan rumah dalam acara makan siang bersama International Women`s Club yang diselenggarakan pada 23 April 2008. Jauh hari dan dengan kerjasama semua personil DWP KBRI Roma sudah dipersiapkan acara ini.....dari mulai mempersiapkan menu, acara sampai mendekor ruangan.....dan terakhir seperti biasa "Tampil Anggun".

Acara dimulai pukul 12 siang setelah semua member hadir dengan diawali sambutan dari Ibu Daruni Purnomo yang mewakili Ibu Duta Besar yang kali ini tidak bisa hadir, selanjutnya sambutan dari Presiden IWC, Ibu Ratna dan diikuti dengan penyajian DVD Pariwisata Indonesia dan Presentasi sekilas tentang Negara Indonesia. Sebagai hiburan kali ini DWP KBRI Roma menampilkan sebuah tarian dan koor yang mendapat sambutan hangat dari tamu yang hadir, selain itu event ini juga digunakan untuk memamerkan berbagai jenis kain tradisional yang menghiasi beberapa sudut ruangan.
Acara akhirnya ditutup dengan makan siang bersama dengan menu : rendang, opor ayam, gado-gado, kerupuk, lumpia, dll......Semua peserta yang hadir merasa puas baik dengan kenyamanan suasana, acara maupun hidangan makan siang yang kami hadirkan. Yang unik di event ini adalah DWP KBRI Roma diminta mengulang salah satu lagu yang dibawakan siang hari itu...yaitu Alusiau.

Wednesday, December 26, 2007

Kursus Singkat di Kediaman Pa` De

DWP KBRI Roma paling semangat kalo mendapat tambahan ilmu baru, makanya begitu diundang oleh Pa` De, salah seorang warga Indonesia yang sudah lama tinggal di Italy, untuk mendapatkan kursus singkat keterampilan dari kaca dan kertas tissue, DWP langsung bersedia dan segera mengatur rencana keberangkatan. Jenis keterampilan ini hampir sama dengan docupage namun media yang digunakan adalah kaca, misalnya piring kaca yang selanjutnya ditempel motif dari kertas tissue.

Ibu-ibu langsung mencoba mempraktekan keterampilan ini, terutama Ibu Djafar Husein yang sangat menyukai macam-macam keterampilan. Hasilnya memang luar biasa indah dan sangat cocok untuk hiasan dinding atau diberikan sebagai souvenir kepada kolega. Pokoknya pengalaman berkunjung ke kediaman Pa` De kali ini sangat bermanfaat karena menambah jenis keterampilan baru kepada Ibu-ibu DWP KBRI Roma. Terima kasih atas undangan Pa` De.

Friday, December 21, 2007

Hari Ibu Nasional :"Ngotot Kencur padahal Temu Kunci"

Ga disangka memang....tadinya hanya mau simple dan ga makan waktu banyak, karena Hari Ibu Nasional oleh DWP KBRI Roma diperingati bertepatan dengan hari Jumat. Tiap Jumat, biasanya para kaum laki-laki di KBRI Roma bersama-sama shalat Jumat di Masjid. Makanya kita akhirnya memilih mengadakan acara yang sederhana....dari yang semula berganti-ganti sampai ada empat proposal yang diajukan dari mulai Proposal "Lomba Mengenali Bumbu", "Lomba Membuat Sambel Terasi", "Lomba Membuat Bumbu Gado-Gado", sampai "Lomba Membuat Nasi Goreng", akhirnya dengan kenyataan pada hari itu kita mantep mengadakan "Lomba Mengenali Bumbu Dapur". Latar belakangnya agak nyentrik nih berdasarkan proposal yang intinya pengetahuan mengenai bumbu dapur sebagian besar dikuasai oleh kaum wanita yang padahal hampir sebagian besar waktu kaum wanita terutama Ibu-ibu dicurahkan untuk mengumpulkan sederet bumbu untuk membuat rendang si Abang, Rawon si Mas dan sambel terasi si Aak. Setelah kerja keras menyiapkan semua kebutuhan di hari "H" dari mulai konsumsi, berlatih Hymne dan Mars Hari Ibu sampai tetek bengek kebutuhan lomba termasuk hadiah akhirnya semua berjalan lancar dan dasar Ibu-ibu DWP selalu happy klo kebayaan walaupun he3x.....10 derajat suhu hari tepatnya pagi itu!!!@#$% Setelah selesai upacara kita hangatkan dulu dengan risoles panas hasil kerja keras Ibu Kiswantoro, Gemblong Goreng Panas Mbak Murni dan yang paling laris nih : Tempe Kemul Ibu Djaffar Husein....ga ketinggalan Teh dan Kopi Hangat....emmmmmmmmmm lumayan untuk menaikkan sedikit pengaruh suhu hari.

Upssss.....ada yang lalu lalang sambil menikmati hidangan....beberapa Ibu DWP mulai mempersiapkan objek lomba....bumbu2 ditempatkan di mangkuk kecil dengan masing2 dilengkapi bendera bertuliskan nomor setelah itu lembaran jawaban dibagikan kepada para peserta yang semuanya laki2 plus pulpen tentunya. Pronti.....via!!!!! peserta diberi waktu 15 menit untuk mengenali 20 macam bumbu dengan ancaman kalo nyontek hadiah akan beralih ke para Juri. Ga ketinggalan Pak Djaffar Husein ikut menjadi peserta lomba ini....beliau semangat sekali loh! Pak Frank sangking semangatnya berhasil mengisi penuh daftar jawaban hanya dalam waktu kira2 5 menit sahaja...tapi sayang yang bener cuma 5 juga!....Pak Didit mundur dengan ksatria karena sudah mentok bu...kenapa bapak pasrah...ya karena saya memang ga tau namanya" Kata beliau. Waktu habissssssssssssssss.......!!!! kata MC, Ibu Grace Kandau, kumpulkan semua jawaban. Sambil menunggu para Juri, Ibu Erizal Sodikin, Ibu Amri dan Ibu Djaffar memeriksa jawaban berdasarkan kunci....MC membacakan kunci jawaban yaitu nama-nama bumbu dan terlihat terjadi keributan kecil antar peserta karena salah seorang ngotot kencur padahal temu kunci....juga sambil menunggu hasil perlombaan kembali dikeluarkan tempe kemul hangat dan beberapa Ibu DWP KBRI Roma mulai mengambil Hadiah yang telah disiapkan. Hasil lomba menunjukkan ternyata sebagian besar bapak2 payah pengetahuannya tentang bumbu, sehingga kita tidak mengadakan final karena jarak nilai yang terlalu jauh. Juara ke-1 adalah Bapak Amri Tahar, Juara ke-2 Bapak Irwanda, Juara ke-3 Bapak Asep, Juara Harapan ke-1 Bapak Djojo, Juara harapan ke-2 Bapak Kiswantoro dan Juara harapan ke-3 Bapak Hartyo.
Hadiah kepada para pemenang diberikan masing-masing oleh para istri, sangking bahagianya menang dan tampil dimuka umum mau aja beberapa pasangan dikomporin hadirin yang hadir : cium!....cium!...cium!!!!!!!!!!....yang paling hot pasangan Ibu dan Bapak Djojo yang mesra mencium kening sang Ibu......suit-suitttttttttttttttttttt.........Pak Kiswantoro ga malu-malu nyosor si Ibu.....he3x sampe si Ibu kaget tapi trus senyum dikulum karena dibisikin : "met hari ibu ya say", kalo Pak Hartyo rada jaim dikit tapi janjian ntar dirumah aja ya!!!...........Adalah suatu kehormatan dalam kebudayaan masyarakat Italy untuk segera membuka Hadiah....buka-buka!!!! Masing2 pemenang membuka hadiahnya....ternyata hari itu memang semua untuk Ibu-ibu termasuk hadiah yang didapatkan Bapak-bapak...he3x!!!!! Jangan ada yang dendam ya Bapak-bapak dengan kepikiran seandainya juga ada hari Bapak-bapak!@#$% Pak Amri dapet Grill Leagostini, Pak Asep Dapet pan untuk bikin krep, Pak Irwanda dapat pan, Pak Kiswantoro dapat stople kristallllll, Pak Djojo dapat Stabmixer moulinex dan Pak Hartyo dapat timbangan. Angkat semua hadiah!!!!.....semaiiiillllllll.............bak artis dangdut yang baru keluar dari sibakan kain horden panggung mereka langsung dihujani dengan kilatan kamera. Hari itu, acara ditutup dengan menu spesial berupa Bakso Komplit Panas. Dan Hari itu, Hari Ibu Nasional ke-79, yang ga disangka menjadi begitu meriah, semua kerja keras menjadi tidak sia-sia, semua karena kami DWP KBRI Roma selalu berusaha untuk bukan hanya menjadi seorang wanita tapi kami adalah a good manager because we manage everythings for our family; we serve a good, health and save food for our family; we serve a clean and warm clothes for our family....itu semua karena kami seorang Ibu. "Girls Never Give Up to Do and Give the Best"


Mars Hari Ibu

Merdeka melaksanakan Dharma,

perlambang tekad kaum wanita.

Bahu-membahu dengan kaum pria,

mencapai kemerdekaan bangsa .

Mempersiapkan generasi muda,

jadi penerus perjuangan bangsa.

Bulan Desember 22 tahun dua puluh delapan,

awal kesatuan g`rak wanita Indonesia.

Meningkatkan p`ran wanita jadi tekad kita,

Menjadi mitra sejajar pria.

Dalam pembangunan bangsa,

Hari Ibu Indonesia pembangkit s`mangat juang kita.


(foto-foto lengkap bisa dilihat di album foto)

Tuesday, December 18, 2007

Idul Adha Tetap Rame walau Tanpa Sate Kambing

Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 19 Desember 2007, suasana diramaikan dengan gema Asma Allah dari para jamah yang sudah hadir pagi itu. Uztad Adnan yang memimpin Shalat sekaligus memberikan ceramah pada hari itu....beliau tidak lupa bercerita sejarah qurban yang merupakan pertentangan batin bagi Nabi Ibrahim untuk menerima perintah Allah menyembelih putra buah hatinya, Ismail. Setelah selesai para jamaah saling bersilahturahmi dan segera menikmati menu spesial lebaran. Biasanya di tanah air hari besar ini selalu diramaikan dengan pemotongan hewan kurban, namun karena tempat tidak memungkinkan sebagian besar jamaah di Italy berkurban di tanah air. Tapi kita bisa tetap makan gulai kambing bikinan Ibu-ibu DWP KBRI Roma plus lontong, sambel goreng udang krecek dan opor ayam, tape uli, bolu zebra gatot, bolu marmer dan cheese stick. Tamu-tamu mulai berdatangan dan langsung menikmati hidangan.

Monday, December 10, 2007

HUT DWP Ke-8:"Meninjau Kebun Olive"

HUT DWP ke-8 pada tanggal 7 Desember 2007, seperti biasa oleh DWP KBRI Roma diperingati dengan upacara dan kegiatan Meninjau Kebun Olive. Upacara diikuti oleh Pengurus dan Anggota DWP KBRI Roma dengan tidak lupa menyanyikan Hymne dan Mars DWP. Karena tahun ini tema HUT DWP adalah "Meningkatkan Kepedulian terhadap Lingkungan", maka DWP KBRI Roma merencanakan untuk meninjau salah satu kebun olive walaupun sudah lewat masa panen.
Kali DWP KBRI Roma berkesempatan untuk meninjau kebun olive milik salah satu masyarakat Indonesia yang tinggal di Italy, yaitu Signora Santi Pace. Beliau dengan murah hati bersedia menjelaskan proses pembuatan Minyak Olive dari mulai waktu siap panen, saat memanen, sampai dihasilkannya minyak olive yang berkualitas selain juga penjelasan jenis-jenis minyak olive yang berkualitas. Penjelasan beliau sangat bermanfaat bagi Ibu-ibu DWP KBRI Roma karena selama ini kita hanya menggunakan saja jenis minyak ini tanpa mengetahui baik proses pembuatan maupun kriteria minyak olive yang berkualitas baik.
Pengalaman berkunjung ke Kebun Olive kali bukan hanya memberikan tambahan ilmu bagi Ibu-ibu DWP KBRI Roma tapi juga mendapatkan oleh-oleh Buah Kiwi dan Jeruk Clementin yang sedang panen dari Signora Santi Pace.